Powered By Blogger

Rabu, 04 Maret 2015

"BUNDAKU SANG PEJUANG LITERASI"


Budaya malas membaca adalah ancaman untuk penerus bangsa, namun apakah pemuda pemudi Indonesia sadar akan hal ini ?
Seorang Jurnalis perempuan warga asal tulungagung, yang lahir di Trenggalek tanggal 2 maret 1969 lalu , bernama Tjut Zakyah termasuk yang peduli dengan bobroknya moral bangsa ini// Membuat komunitas yang bersusah payah ia dirikan untuk anak – anak yang ingin menuangkan kreasinya melalui tulisan. Khusus untuk menentang budaya malas membaca.
Awalnya Komunitas menulis , kemudian jadilah komunitas baca yang di berinama “ SANGGAR PENA ANANDA” Komunitas menulis ini di mulai tahun 2008, tepatnya 1 agustus 2008, saat itu terinspirasi oleh anak – anak yang sennag menulis tapi mereka tidak memiliki teman sebaya untuk mengembangkan dirinya . Pernah berprofesi sebagai kinerja USAID , Tjut Zakiyah yang akrab di panging bunda ini berkiprah di dunia jurnalis dan juga ibu rumah tangga , Selain masuk dalam dunia baca tulis, Tjut zakiyah juga masuk di jurnalis warga . Bagaimana cara berliterasi dan bukan hanya sebagai penikmat berita tapi juga menjadi pembuat berita.

Melaui blog miliknya bunda zaky sempat mencurahkan isi hatinya ini merupakan titik awal diriny memasuki dunia membaca.
“ Titik balik ituterjadi pada tahun 2008, ketika anak - anak memintaku untuk berhenti bekerja dari sebuah LSM. Permintaan yag sangat muskil untuk kupenuhi,setelah selama 7 tahun awal tu,buh kembang ketiganya aku benar – benar memberikan waktu total ku untuk mereka . Saat itu lah, tanpa sengaja aku membaca beberapa coreta kedua anak perempuanku (11 dan 8 ) Mereka tulis khayalan tentang ibu yang selalu ada untuk mereka”
Bunda zaky tetap semangat dengan mendirikan sanggar kepnulisan pena ananda club , dengan melakukan sharing kepada anak – anak tentang bacaan yang menarik, ternyata yang paling merik adalah ensiklopedia , karena di ensiklopedia banyak cerita yang menarik untuk dibaca lanjutannya . Sampai sekarang pun Pena Annanda Club masih berdiri tegak, untuk melawan budaya malas membaca. Bunda , perjalanmu memang masih panjang, namun harus kah semangat membangun masa depan bangsa dibiarkan patah ? Tentu saja tidak , para pejuang muda akan datang mendampingimu .”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar